Mayoritas Fraud dan Korupsi Terbongkar dengan Cara Ini


Berdasarkan survei ACFE Report to the nation 2008, sebagian besar kasus fraud atau korupsi terbongkar berawal dari tip atau informasi yang diberikan secara sembunyi-sembunyi. >>> bukan uang tip loh ya he2x…

Selengkapnya mengenai urutan sumber informasi untuk membongkar fraud dan korupsi:

  1. Tip (artinya informasi yang diberikan secara sembunyi-sembunyi)
  2. Nggak sengaja ketahuan
  3. Internal audit
  4. Internal kontrol
  5. Eksternal audit
  6. DIkasih tau sama polisi

initial-detection-of-occupational-frauds1

Terkait dengan tip, Sarbanes Oxley Act (SOX, SOA, atau SarbOx) Section 301 mengharuskan Komite Audit:

  1. Membuat prosedur untuk menerima, menyimpan, dan menindaklanjuti komplain atau pengaduan yang disampaikan terkait dengan masalah-masalah akuntansi dan audit dalam perusahaan.
  2. Membuat mekanisme penyampaian komplain atau pengaduan (mengenai permasalahan akuntansi, audit, dll.) secara anonim dan terjaga kerahasiaannya.

Terus bagaimana caranya membuat sistem untuk mengelola tip ini? Metode terbaik (best practice)-nya adalah dengan menggunakan saluran hotline atau whistleblower system.

Istilah whistleblower (peniup peluit) ini sendiri merupakan sebutan untuk pihak-pihak yang memberikan tip atau informasi secara rahasia mengenai fraud dan korupsi.

Beberapa saran untuk membuat hotline atau whistleblower system yang efektif menurut AICPA:

  1. Idealnya dilakukan oleh pihak independen di luar perusahaan. Tujuannya untuk meningkatkan persepsi mengenai kerahasiaan dan anonimitas pelaporan (karena seorang whistleblower rentan terhadap pembalasan atau retaliation dari pihak-pihak yang dilaporkan).
  2. Komplain dan keluhan yang disampaikan melalui telepon sebaiknya dijawab oleh staf yang menguasai teknik wawancara, bukan hanya dengan menggunakan penjawab otomatis (voice mailbox).
  3. Sistem hotline atau whistleblower system harus aktif secara terus-menerus (selama 24 jam, 365 hari dalam setahun). Tujuannya supaya orang dapat melapor kapanpun saat dia punya kesempatan (fyi… banyak laporan yang diberikan di luar jam kerja karena takut diketahui orang lain atau pelaku fraud/korupsi tersebut).
  4. Menerapkan beragam media pelaporan hotline atau whistleblower system, seperti telepon, website/situs internet, alamat email, fax, dan surat pos. Ini supaya pelapor fraud dan korupsi bisa melapor dengan cara yang dianggapnya paling nyaman dan menjamin kerahasiaan identitasnya.
  5. Memfasilitasi training, publikasi dan edukasi mengenai hotline atau whistleblower system untuk meningkatkan jumlah potensial pelapor whistleblower.
  6. Dilakukan evaluasi terhadap desain dan efektivitas hotline atau whistleblower system secara berkala.
  7. Terdapat laporan secara sistematis mengenai penanganan setiap kasus yang dilaporkan ke hotline atau whistleblower system, mulai dari pelaporan, tindak lanjut, dan hasil investigasi fraud dan korupsi yang dilakukan.
  8. Jika memungkinkan, hotline atau whistleblower system sebaiknya juga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan seperti pemasok (supplier), konsumen, dll. Tujuannya untuk memperbanyak potensi laporan fraud dan korupsi yang masuk, sekaligus mendorong hubungan bisnis yang bersih dari fraud dan korupsi dengan pihak-pihak di luar perusahaan. Berikut grafik dari ACFE Report to The Nation 2008 mengenai asal whistleblower (bisa dari internal dan eksternal perusahaan).

source-of-tip

(artikel lengkap mengenai tools AICPA untuk membuat hotline atau whistleblower system yang efektif bisa didownload di sini)

2 Comments

Filed under Fraud and Corruption

2 responses to “Mayoritas Fraud dan Korupsi Terbongkar dengan Cara Ini

  1. sasaki kojiro

    kalau mayoritas motif membongkar korupsi ada gak hehehe

    ———————————————————–

    wah saya belum tau tu mas… ada saran ato info mungkin?🙂

  2. Pingback: berita « brantas KORUPSI !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s