Komputer Forensik untuk Membongkar Fraud dan Korupsi


Sebelumnya dah ditulis dikit di sini. Lebih jauh mengenai komputer forensik (inggrisnya biasa disebut computer forensics atau digital forensics) yuk kita bahas di sini.

Komputer forensik terkait dengan mencari bukti legal dalam komputer dan media penyimpanan elektronik.

Penggunaan komputer forensik misalnya untuk:

  1. Mencari bukti fraud atau korupsi yang dilakukan oleh karyawan
  2. Melakukan analisa atas sistem komputer yang disusupi hacker. Bagaimana cara hacker tersebut mendapatkan akses dan apa yang dilakukannya.
  3. Melakukan recovery data yang hilang baik disengaja maupun tidak, bahkan setelah hard disk di-format atau digunakan orang lain.

Menurut John Patzakis (Guidance Software) di sini, begitu canggihnya teknologi komputer forensik, sampe bisa me-recover semua e-mail dalam sebuah komputer, sepanjang hard drive-nya nggak bener2 diketok sampe hancur dan kemudian dibakar (wow..!) >>> btw ini bukan tips ngilangin jejak buat fraudsters loh ya!๐Ÿ™‚

Berikut tahapan prosedur komputer forensik:

  1. Persiapan (preparation)
  2. Pengambilan data (collection)
  3. Pemeriksaan (examination)
  4. Analisa (analysis)
  5. Pelaporan (reporting)

Untuk dapat diajukan sebagai bukti elektronik di pengadilan, hasil komputer forensik harus:

  1. memenuhi standar tertentu yaitu (1) admissible (2) authentic (3) complete (4) believable (5) reliable
  2. tools komputer forensik harus dapat divalidasi metodologinya. siapa tau ngakunya doang padahal cuma abal-abal๐Ÿ™‚
  3. media penyimpanan elektronik yang diperiksa harus jelas ‘chain of custody’-nya sejak mulai pengambilan awal sampai akhirnya diajukan ke pengadilan
  4. pada umumnya pemeriksaan media penyimpanan elektronik harus dilakukan atas izin pemiliknya (dengan menandatangani surat persetujuan atau ‘letter of consent’), kecuali yang dilakukan oleh otoritas hukum (di indo kayak kejaksaan, polisi, KPK)

Dalam proses komputer forensik, pengambilan data dikenal dengan istilah ‘forensic computer imaging’ dimana hard drive suspect dibuat copy-nya secara persis sama (termasuk juga data yang sudah dihapus dan area-area teknis hard drive yang tidak terbaca di sistem operasi).

Proses ‘imaging’ dilakukan dengan menggunakan tools hardware atau software computer forensics. Dengan menggunakan tools tersebut, selama proses ‘imaging’ dilakukan, media penyimpanan elektronik menjadi ‘write blocked’ sehingga data awal tidak mengalami perubahan sama sekali.

computer-forensics

Bagaimana memastikan proses ‘imaging’ berhasil? Untuk mengetahuinya digunakan algoritma hash yang akan membandingkan apakah data awal sama persis dengan kopiannya. Hash value ini penting didokumentasikan kalo bukti elektronik-nya mau dipakai di pengadilan.

Mo tau apa saja contoh kasus komputer forensik? Misalnya artikel ini, yang menceritakan Eric Hanson yang ditangkap karena pembunuhan dengan data GPS (Global Positioning System) sebagai barang bukti. Atau juga si Dennis Rader, ‘serial killer’ yang membunuh 10 orang, tertangkap gara-gara metadata di sebuah floppy disk. Kalo di tempat kerjaku, misalnya pernah nemuin file pre-formatted invoice di sebuah komputer suspect yang digunakan untuk membuat invoice palsu.

Jadi gimana, tertarik sama ilmu komputer forensik?๐Ÿ™‚

10 Comments

Filed under Fraud and Corruption

10 responses to “Komputer Forensik untuk Membongkar Fraud dan Korupsi

  1. malam … salam kenal.

  2. Ck ck ck salam kenal, tulisan yang bagus.

  3. guest

    salam…wah artikel yang menarik…..dan perlu banget di kembangin dan familiarkan buat orang indonesia supaya indonesia bisa meminimalkan korupsi….

    om…tolong dong kirimin software(free)+artikel yang mendukung komputer forensik ( versi windows)ttg pemberantasan korupsi masalahnya saya tertarik untuk Tugas Akhir…

    terima-kasih

    • salam kenal…

      kalo software mungkin ada versi trial-nya, bisa dicari di mbah google

      kalo artikel monggo silakan ke menu ‘download link’ di bagian atas blog ini, semoga bisa membantu dan bermanfaat

  4. blog menarik pak, sy mendapat pengetahuan baru, salam kenal..

  5. @ Pak Yusran…

    setuju Pak, ditunggu komen dan sharing-nya lebih lanjut

  6. andi

    bukan hal baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s