Bagaimana Perusahaan Menghindari Fraud atau Korupsi


Manajemen Resiko Fraud dalam Bisnis

Sebelumnya sudah ditulis dikit di sini. Judul aslinya ‘Managing the Business Risk of Fraud : A Practical Guide’. Paper ini disponsori oleh AICPA, IIA, dan ACFE, 3 asosiasi profesi yang leading dalam bidang Accounting, Internal Auditing, dan Fraud.

Dalam definisi paper ini, fraud adalah suatu tindakan yang disengaja (untuk berbuat atau tidak berbuat) bertujuan untuk menipu orang lain. Fraud menyebabkan kerugian bagi orang lain dan pelakunya mendapatkan keuntungan.

Akibat fraud atau korupsi:
1. Bangkrutnya perusahaan
2. Kerugian investasi
3. Biaya penyelesaian hukum
4. Pelakunya dimasukkan tahanan
5. Turunnya kepercayaan terutama di pasar saham
6. Hancurnya brand (merek) perusahaan

Beberapa regulasi atau peraturan terkait dengan fraud misalnya:
1. U.S. Foreign Corrupt Practices Act atau FCPA (1997)
2. Oganisation for Economic Co-operation and Development Anti-Bribery Convention (1997)
3. The U.S. Sarbanes-Oxley Act (2002)
4. The U.S. Federal Sentencing Guidelines (2005)

Banyaknya skandal korporasi (corporate scandals) membuat publik dan stakeholders menyuarakan tidak adanya toleransi terhadap fraud (no fraud tolerance).

Menurut prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), jajaran direksi (board of directors) bertanggung jawab untuk menjalankan organisasinya dengan penuh tanggung jawab dan etika.

The Committe of Sponsoring Organizations of the Treadway’s Commission (COSO’s) di tahun 1999 menganalisa kasus fraud dalam laporan keuangan yang diinvestigasi oleh U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). COSO’s menemukan bahwa:

Direksi mempunyai peranan penting dalam manajemen resiko fraud karena mayoritas fraud ternyata dilakukan oleh senior management (seperti CEO, CFO, atau yang selevel) yang berkolusi dengan pegawai lainnya.

Menurut Oversights Systems Report on Corporate Fraud (2007), alasan utama yang menyebabkan terjadinya fraud adalah:
1. Adanya tekanan untuk memenuhi kebutuhan (81%)
2. Untuk mendapatkan keuntungan (72%)
3. Tidak menganggap apa yang dilakukannya adalah termasuk fraud (40%)

Beberapa prinsip utama dalam manajemen resiko fraud yaitu:
1. Perusahaan harus memiliki manajemen resiko fraud (fraud risk management).
2. Perusahaan harus mengevaluasi resiko fraud secara periodik untuk mengidentifikasi apa saja potensi fraud dan apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya.
3. Perusahaan menerapkan teknik pencegahan fraud atas potensi resiko fraud no. (2) di atas.
4. Menerapkan teknik deteksi fraud untuk mengidentifikasi terjadinya fraud sejak dini.
5. Membuat sistem pelaporan fraud dan melakukan tindak lanjut/investigasi atas fraud yang terjadi.

15 Comments

Filed under Fraud and Corruption

15 responses to “Bagaimana Perusahaan Menghindari Fraud atau Korupsi

  1. indra

    Assalamualaikum…
    mas Mukhson Rofi..
    saya indra sekarang lagi Management Trainee di suatu perusahaan pelayaran…dan sedang On The Job Training (OJT) di bagian Internal Audit…
    di akhir OJT saya harus membuat report dengan mengambil suatu tema…
    mohon masukannya kira2 tema apa yang bisa di angkat..
    yang bisa memberikan kontribusi ke bagian internal audit..
    sukron
    wass

  2. Waalaikumsalam

    Salam kenal, Mas Indra.
    Saya sendiri belum punya pengalaman yang terkait dengan audit perusahaan pelayaran.

    Tapi pada dasarnya, bisa dimulai dari risk assessment apa saja resiko yang secara umum dihadapi perusahaan pelayaran, atau yang secara spesifik ada di perusahaan tempat Mas Indra bekerja.

    Kalo bayangan saya, mungkin bisa terkait dengan regulasi yang ketat (masalah operasional, safety, kesehatan kerja, dll), struktur biaya yang harusnya bisa lebih efisien, atau bisa juga masalah kecurangan (fraud) atau pencurian (theft) yang sangat mungkin terjadi.

    Mungkin kita bisa diskusi lebih lanjut mengenai ini, saya juga tertarik pengen tau resiko umum perusahaan pelayaran. Monggo ditunggu sharingnya…🙂

  3. yuli

    Assalaamu’alaikum pak,
    Saat ini saya kerja di bagian internal audit RS, kira-kira ada tidak pelatihan atau referensi tentang audit operasional RS mengingat cukup luasnya lingkup RS dengan multi profesi dan multi layanan kesehatan. Saya juga tertarik untuk mengikuti sertifikasi CIA kira-kira biaya ujiannya sendiri berapa dan dimana. Yang diselenggarakan FEUI, BINUS kan hanya persiapannya saja. Trims. Wassalam

  4. To: Yuli

    Waalaikumsalam,

    Kalo tentang pelatihan khusus audit operasional RS saya belum tahu, tapi untuk general audit training mungkin bisa di lembaga ini:
    http://www.iaiglobal.or.id/id/indexd.asp
    http://www.lpauditorinternal.org/
    http://www.ypia.co.id/
    http://primaconsultinggroup.blogspot.com/

    Per 2008, biaya ujian CIA untuk yang berstatus member IIA (The Institute of Internal Auditor):
    1. Biaya registrasi $60 (cuma sekali aja buat seterusnya)
    2. Biaya ujian per-part $ 130 (ada total 4 part, bisa diambil sekaligus ato satu-persatu)

    Info selengkapnya download aja di sini:
    http://www.theiia.org/download.cfm?file=75018

    Tentang gimana cara daftar jadi member IIA dan detail ujian CIA di Indo, bisa menghubungi:
    IIA Chapter Indonesia
    PT Insight Consulting
    Sona Topas Tower, Level 16
    Jl. Jend. Sudirman Kav. 26
    Jakarta 12920 , Indonesia
    +62 21 250-6696 (phone)

    Wassalam

  5. indra

    mas mukhson…
    kalo risk base audit.. udah ada yg ngangkat tema itu..
    kalo masalah keselamatan kerja sudah ada yg audit dari pihak luar (ISO)..
    barangkali ada tema lain…
    saya berusaha mencari tema yg bisa membri kontribusi ke bagian internal audit tmpat saya bekerja..
    sukron

  6. Beberapa alternatifnya,

    1. fraud prevention and/or fraud detection
    2. compliance dengan regulasi semisal Sarbanes Oxley, COSO?
    3. CAAT (computer assisted auditing technique)?

    mungkin bisa jadi referensi CAAT:
    http://www.auditsoftware.net/
    http://www.informationactive.com/ad/?aid=200
    http://www.acl.com/

  7. indra

    terima kasih atas ide2 nya
    untuk ACL disini sedang menunggu kedatangan softwarenya..akan segera dipakai.. dan sebelumnya sudah ada yang mengangkat tema itu…
    untuk point ke2 saya ngga paham..
    untuk point ke1 saya sudah mempertimbangkan untuk angkat tema tsb… tapi bukankah internal auditing aktivitas dasarnya memang menangani masalah fraud…
    hm hm hm
    sukron

    ——————————————————————–

    mas Indra, yang saya maksud dengan complaince dengan regulasi semisal COSO, SOX itu bagaimana kita melakukan internal audit berdasarkan prinsip2 yang ada dalam regulasi tersebut, lebih lanjut bisa dilihat di postingan saya ttg COSO dan SOX.

    kalo menurut saya, sebenarnya internal audit gak selalu menangani masalah fraud. secara general, fungsi internal audit itu luas sekali, meliputi penanganan:
    1. internal control (kepatuhan dengan regulasi, efisiensi dan efektivitas operasional, dan reliabilitas laporan keuangan)
    2. efektivitas proses manajemen resiko
    3. dll., termasuk manajemen penanganan fraud dalam perusahaan (fraud prevention, fraud detection, fraud remediation)

  8. putri

    ass.wr.wb
    saya mau tanya pak. apa sih pengertian dari fraud prevention?
    terimakasih

  9. putri

    dan bagaimana cara mengukurnya?

  10. Yogi

    Salam kenal mas Muxon..punyakah materi2 tentang teknit audit internal bank….saya butuh gambaran untuk pekerjaan saya….terimakasih

  11. dadan

    dear muxonated,

    saya adalah internal audit di salah satu perusahaan asuransi, sekarang ini saya sedang buat suatu panduan audit internal dan membuat risk assesment untuk entitas di asuransi . mohon bantuan untuk bisa memberikan data-data yang bisa jadi referensi saya, terima kasih

  12. theywe

    Assalamu’alaikum,,,

    maaf mas permisi numpang tanya tentang artikel ini. Perhitungan persentase penyebab fraud seperti yang tercantum di artikel mas ini:
    (1. Adanya tekanan untuk memenuhi kebutuhan (81%)
    2. Untuk mendapatkan keuntungan (72%)
    3. Tidak menganggap apa yang dilakukannya adalah termasuk fraud (40%) )

    cara menghitungnya gimana ya? adakah formulanya atau rumus dasar untuk mendapatkan hasil persentase tersebut??

    Terima kasih banyak sebelumnya

    • waalaikumsalam

      itu hasil survey, memang kalau dijumlahin lebih dari 100%, artinya setiap responden dapat memberikan lebih dari satu jawaban.

      terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s