Membuat Program Anti Korupsi yang efektif


1. Risk Analysis
Desain kebijakan anti korupsi harus diawali dengan melakukan analisa apa saja pola korupsi yang mungkin terjadi. Kemudian ditindaklanjuti dengan desain progam anti korupsi yang sejalan dengan analisa tersebut.

2. Implementasi
Melakukan sosialisasi kebijakan anti korupsi, pelatihan anti korupsi, dan evaluasi proses bisnis untuk menghindari korupsi.

3. Sanksi
Harus ada sosialisasi kepada seluruh karyawan mengenai sanksi atas korupsi. Sanksi itu dapat berupa pengurangan kompensasi, tidak naik jabatan, atau bahkan pemecatan dan/atau proses hukum.

4. Help lines
Membuat sambungan telepon anonim dimana karyawan dapat mendapatkan saran atas situasi2 yang berpotensi menimbulkan dilema etik (misalnya apakah suatu hadiah yang diterima dari supplier termasuk korupsi atau tidak, dll.)

5. Monitoring
Melakukan evaluasi program anti korupsi secara berkala dan mengambil langkah perbaikan secara terus menerus.

Oleh Jermyn Brooks, diambil dari sini.

Leave a comment

Filed under Fraud and Corruption

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s