Peraturan atau undang-undang terkait Fraud dan Korupsi : SAS 99


SAS (Statement on Auditing Standards) 99 adalah regulasi yang dikeluarkan oleh American Institute of Certified Public Accountant (AICPA), kalo di sini semacam Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAS 99 dikeluarkan terkait skandal akuntansi di perusahaan besar Amerika yaitu Enron, WorldCom, Adelphia, dan Tyco.

SAS 99 mengatur tentang ‘Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit’.

Apa saja yang ada dalam SAS 99?

1. Penjelasan mengenai fraud dan karakteristiknya

Fraud adalah suatu tindakan disengaja yang menyebabkan kesalahan dalam laporan keuangan. Ada dua tipe fraud yaitu: memberikan informasi yang salah dalam laporan keuangan (misalnya melalui pencatatan akuntansi yang tidak benar) dan menyalahgunakan aset (misalnya mencuri aset, memalsukan kuitansi, dsb).

2. Auditor dan yang diaudit (auditee) harus melakukan ‘brainstorming’ untuk mendiskusikan apa saja kemungkinan fraud dalam laporan keuangan auditee

Ada dua tujuannya, yang pertama supaya auditor bisa sharing experience dengan auditee mengenai bagaimana fraud biasanya dilakukan dan disembunyikan. Tujuan yang kedua adalah untuk menyampaikan ‘tone at the top’ atau gambaran umum mengenai audit yang dilakukan.

3. Auditor harus mengumpulkan informasi terkait dengan risiko fraud dalam laporan keuangan.

Misalnya dengan melakukan interview ke komite audit, tim internal audit, manajemen, dan staff perusahaan. Kalau dirasa perlu, auditor dapat memberikan pengertian kepada manajemen mengenai fraud dan apa saja jenis kontrol untuk mencegahnya.

SAS 99 memberikan panduan untuk auditor mengenai bagaimana cara mengidentifikasi/mengevaluasi resiko fraud dalam laporan keuangan. Auditor juga harus memperhatikan area yang beresiko terkena fraud seperti pengakuan pendapatan yang tidak tepat ‘improper revenue recognition’ dan adanya kontrol yang tidak dijalankan oleh manajemen ‘management override of controls’.

4. Auditor harus mengevaluasi program dan kontrol perusahaan dalam mengurangi risiko fraud dalam laporan keuangan.

5. Auditor harus melakukan evaluasi resiko fraud dalam laporan keuangan pada keseluruhan proses audit yang dilakukan. Harus dipertimbangkan juga apakah ada prosedur atau observasi audit yang berpengaruh pada hasil evaluasi tersebut.

6. SAS 99 mengharuskan auditor untuk mengkomunikasikan temuan fraud kepada manajemen, komite audit, dan pihak lain, tidak tergantung besar-kecil nilainya.

3 Comments

Filed under Fraud and Corruption

3 responses to “Peraturan atau undang-undang terkait Fraud dan Korupsi : SAS 99

  1. kesamaan SAS no 99 dan SPAP no 70 apa kak??
    brainstorming yg disebutkan SAS 99 di SPAP 70 d sebut apa ya??
    terimakasih

    • kalau SAS 99 adalah peraturan yang berlaku di Amerika terkait dengan pertimbangan atas fraud dalam audit laporan keuangan

      di Indonesia, aturan tersebut diadopsi dengan SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik) 70

      tks

  2. Pingback: TUGAS KELOMPOK ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI “FRAUD AND CARDING” | fitriamardiana95

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s