Bagaimana korupsi dilakukan


Modus korupsi adalah cara-cara bagaimana korupsi itu dilakukan. Di bawah ini hanyalah sekedar contoh bagaimana modus korupsi itu dilakukan :

1. Pemerasan Pajak

Dalam banyak kesempatan, pemeriksa pajak yang memeriksa wajib pajak menemukan kesalahan perhitungan pajak (sehingga mengakibatkan kekurangan pembayaran pajak). Kesalahan-kesalahan tersebut bisa karena kesengajaan atau ketidaksengajaan wajib pajak. Modus korupsi terjadi ketika kekurangan pembayaran pajak tersebut dianggap tidak ada dan sebagai imbalannya, wajib pajak harus membayarkan sebagian kekurangan tersebut ke kantong pribadi pemeriksa pajak.

2. Manipulasi Tanah

Berbagai cara dilakukan untuk memanipulasi status kepemilikan tanah. Beberapa contoh di antaranya: memanipulasi tanah negara menjadi milik perorangan/badan, merendahkan pembebasan tanah dan meninggikan laporan pertanggungjawaban, dan membebaskan terlebih dahulu tanah yang akan kena proyek dengan harga murah.

3. Jalur Cepat Pembuatan KTP

Dalam Pembuatan KTP dikenal ‘jalur biasa’ dan ‘jalur cepat’. Jalur biasa adalah jalur prosedural biasa, yang mungkin waktunya lebih lama tapi biayanya lebih murah. Sedangkan ‘jalur cepat’ adalah proses yang pembuatannya lebih cepat namun dengan harga yang lebih mahal.

4. SIM Jalur Cepat

Dalam proses pembuatan SIM secara resmi, diberlakukan ujian/tes tertulis dan praktek yang dipersepsikan banyak orang sengaja ‘dipersulit’ untuk lulus. Untuk mempermudah proses  pengurusan SIM, ada cara ‘bypass’ dengan membayar lebih besar kepada calo atau petugas. SIM kemudian akan didapatkan dengan tidak harus mengikuti ujian atau ikut ujian tapi hanya sebagai formalitas.

5. Markup Budget/Anggaran

Biasanya terjadi dalam proyek dengan cara menggelembungkan besarnya dana proyek melalui pos-pos pembelian yang sifatnya fiktif. Sebagai contoh misalnya, dalam anggaran dimasukkan pembelian komputer tetapi pada prakteknya tidak ada komputer yang dibeli atau kalaupun dibeli, sebenarnya dengan harga yang lebih murah.

6. Proses Tender

Dalam proses tender seperti perbaikan jalan atau pembangunan jembatan, seringkali terjadi penyelewengan. Pihak yang sebenarnya memenuhi persyaratan tender ternyata tidak menjadi pemenang karena ada pihak yang ‘main belakang’ dengan melakukan penyuapan kepada pemberi tender, walaupun pihak yang ‘main belakang’ tersebut tidak memenuhi syarat.

7. Penyelewengan dalam Penyelesaian Perkara

Korupsi terjadi tidak selalu dalam bentuk uang, tapi bisa juga dengan cara mengubah (menafsirkan secara sepihak) pasal-pasal hukum tertentu untuk meringankan atau membebaskan hukuman terdakwa. Disinyalir pihak terdakwa tersebut memberikan suap kepada penegak hukum yang terkait . Praktek ini biasanya melibatkan terdakwa/tersangka, penegak hukum (hakim/jaksa) dan pengacara.

Selengkapnya dapat dilihat di link ini.

Leave a comment

Filed under Fraud and Corruption

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s