Kontroversi Cost Recovery


Dalam skema Production Sharing Contract (PSC), cost recovery sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Indonesia. Cost recovery minyak mentah Indonesia mencapai US$9,03 per barel, sedangkan rata-rata cost recovery minyak mentah dunia sekitar US$4-US$6 per barel. Jadi, cost recovery Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata produsen minyak mentah di dunia.

Audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada penggunaan cost recovery periode 2000-2006 terhadap 152 kontraktor senilai Rp 122,68 Triliun, ditemukan indikasi penyimpangan pada 43 kontraktor senilai Rp 18,07 Triliun.

Cost recovery sebenarnya adalah beban atas kegiatan eksplorasi migas, yang meliputi biaya produksi pengangkatan minyak (lifting) dan biaya investasi. Biaya tersebut kemudian akan di-reimburse dengan hasil produksi minyak. Realitasnya dalam kontrak yang dibuat, tidak ada batasan cost recovery yang tegas. Akibatnya, banyak komponen biaya yang tidak terkait dengan eksplorasi migas juga dimasukkan, seperti renovasi rumah dinas, biaya berobat, hiburan bahkan kegiatan tanggung jawab sosial (CSR). Hal itu membuat cost recovery jadi membengkak.

Selengkapnya di sini.

Newsletter 04 Tranparency International Indonesia

Newsletter 04 Tranparency International Indonesia

Leave a comment

Filed under Fraud and Corruption

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s