Category Archives: Fraud and Corruption

Peraturan atau undang-undang terkait Fraud dan Korupsi : ISA 240


audit

Berikut adalah beberapa poin penting dalam ISA (International Standard on Auditing) 240 “The Auditor’s Responsibility to Consider Fraud in an Audit of Financial Statements” :

Tujuan audit

Seorang auditor harus mempertimbangkan resiko adanya fraud dalam laporan keuangan.

Karakteristik fraud

Fraud adalah suatu tindakan penipuan yang secara sengaja dilakukan untuk mendapatkan keuntungan secara tidak sah atau ilegal.

Yang harus diperhatikan oleh seorang auditor

1. Fraud dalam laporan keuangan yang disebabkan perlakuan akuntansi

Meliputi:

  • Melakukan manipulasi, pemalsuan, dan perubahan pencatatan akuntansi atau dokumen-dokumen yang digunakan sebagai dasar pembuatan laporan keuangan
  • Secara sengaja menghilangkan (atau menyajikan dengan salah) suatu transaksi/informasi signifikan lain dalam laporan keuangan
  • Secara sengaja menerapkan prinsip akuntansi yang salah terkait dengan pencatatan jumlah, klasifikasi, dan pelaporan suatu transaksi keuangan

Berikut ini metode melakukan fraud dalam laporan keuangan:

  • Melakukan pencatatan jurnal akuntansi palsu (terutama dilakukan saat mendekati akhir periode akuntansi) dengan tujuan memanipulasi kinerja operasional perusahaan
  • Mengubah asumsi dalam pencatatan akuntansi (misalnya terkait adjustment)
  • Menghilangkan, memajukan, atau menunda pencatatan transaksi (terkait pengakuan/recognition) yang seharusnya dilaporkan dalam periode laporan keuangan tersebut
  • Menyembunyikan atau menutupi informasi yang dapat mempengaruhi laporan keuangan
  • Mengubah pencatatan terkait transaksi yang signifikan dan unusual

Hal yang mendorong manajemen melakukan fraud dalam laporan keuangan:

  • Manajemen dituntut untuk mencapai target tertentu (misalnya laba/keuntungan) oleh pihak eksternal/internal perusahaan
  • Seringkali target tersebut ditetapkan secara tidak realistis dan/atau terdapat sanksi yang signifikan kalau tidak tercapai

2. Fraud dalam laporan keuangan yang disebabkan oleh adanya penyalahgunaan aset (asset misappropriation)

  • Melakukan rekayasa dalam laporan keuangan untuk menutup-nutupi pencurian aset perusahaan

Tanggung jawab manajemen

Manajemen mempunyai tanggung jawab terbesar dalam mencegah dan mendeteksi fraud. Tanggung jawab tersebut termasuk menerapkan kontrol dalam perusahaan untuk menghasilkan laporan keuangan secara benar dan fair.

Tanggung jawab auditor

Auditor yang menjalankan audit sesuai standar ISA (di UK/Inggris dan Irlandia), harus mencapai reasonable assurance bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan bersifat material, baik yang disebabkan karena error atau fraud.

Selengkapnya bisa dilihat di sini.

Leave a comment

Filed under Fraud and Corruption

8 Sektor yang Rawan Penyimpangan Korupsi


stop_korupsi

Berikut pesan-pesan presiden SBY dalam acara peringatan Hari Anti-korupsi Sedunia di Silang Monas Jakarta (9 Desember 2008)

  • Pemerintah berjanji akan memberi ruang bagi institusi terkait untuk menegakkan negara yang bersih dari korupsi.
  • Meminta para penegak hukum agar tidak diskriminatif dalam memberantas korupsi.
  • Meminta para penegak hukum agar tetap konsisten menjalankan tugas secara profesional.
  • Mengajak semua komponen bangsa untuk terus melanjutkan budaya bersih dan anti korupsi serta melanjutkan upaya pemberantasan korupsi.
  • Mengingatkan para penegak hukum dan pihak yang mengawasi pemberantasan korupsi agar memperhatikan 8 (delapan) sektor yang rawan penyimpangan (korupsi) yaitu:
  1. Pendapatan negara
  2. Perencanaan dan penggunaan APBN/APBD
  3. Kolusi antara penguasa dan pengusaha
  4. Bisnis keluarga pejabat negara
  5. Pengadaan barang dan jasa
  6. Pajak dan bea cukai
  7. Pendaftaran pegawai negeri maupun swasta
  8. Pengurusan izin

4 Comments

Filed under Fraud and Corruption

The Biggest Fraud in the History


bernard_madoff_ponzi_schemesIni dia fraud terbesar dalam sejarah.

Bernard Madoff, pendiri dan presiden sebuah perusahaan investasi di New York, ditangkap tanggal 11 Desember 2008 oleh FBI. Dia dituntut karena melakukan fraud jenis Ponzi Schemes senilai 50 milyar dolar AS!

Ponzi Schemes

Ponzi Schemes ini gambarannya semacam piramida investasi atau arisan berantai. Mulanya investor nyetor duit, terus mendapatkan keuntungan yang besar. Nah keuntungan tersebut dapetnya bukan dari kegiatan investasi riil, tapi dari duit2 investor yang lainnya. Begitu seterusnya, sampai akhirnya investor yang baru bergabung uangnya langsung hilang karena dijadikan keuntungan buat investor lama.

Istilah “Ponzi Scheme” dinamakan dari Charles Ponzi, yang menjadi milioner di tahun 1920 melalui arisan berantai menggunakan mata uang lira Italia.

Tawaran Investasi

Bernard L. Madoff Investment Securities LLC, didirikan pada tahun 1960, merupakan perusahaan investasi terbesar ke-23 di bursa Nasdaq New York. Beberapa klien terkenalnya adalah sutradara Steven Spielberg, HSBC Holdings PLC, BNP Paribas, bahkan juga Royal Bank of Scotland (RBS) Group PLC yang menanamkan sekitar 600 juta dolar AS!

Uniknya, salah satu nilai jual perusahaan Madoff bukan karena menjanjikan keuntungan berlipat ganda secara cepat sebagaimana biasanya model Ponzi Scheme, melainkan menjanjikan keuntungan tetap 10% yang diberikan secara konsisten, baik di masa ekonomi booming, stabil, maupun krisis.

Akhirnya Terbongkar

Penipuan terbesar ini terbongkar pada awalnya karena ada klien yang akan mencairkan investasi sebesar 7 milyar dolar AS. Madoff merasa tertekan dan akhirnya mengatakan ke beberapa karyawannya bahwa apa yang dikerjakannya selama ini adalah “basically, a giant Ponzi scheme”.

Dari dana investor sebesar 50 milyar dolar AS, cuma tinggal 200-300 juta dolar AS yang akhirnya tersisa dan tadinya mau dibagikan oleh Madoff ke beberapa karyawan, keluarga, dan teman2nya sebelum dia menyerahkan diri.

Kok baru ketahuan sekarang?

Madoff sukses melakukan penipuan Ponzi Schemes dengan menggunakan strategi investasi “black box model”. Hanya Madoff yang mengetahui dan mempunyai akses ke strategi investasinya. Dan selama ini, karena terus menguntungkan, tidak ada yang pernah mempertanyakan strategi investasinya.

Penasaran siapa sih auditor keuangannya? Cuma sebuah firma audit kecil dengan 3 karyawan: satu orang berusia 78 tahun, satu orang sekretaris, dan satu akuntan. Mereka menjalankan kantor yang besarnya tidak lebih dari satu ruangan kamar tidur!

Menurut Stephen Harbeck, salah satu eksekutif Securities Investor Protection Corporation (SIPC), Madoff dalam salah satu pembukuannya memperlihatkan kerugian dalam unit bisnis. Namun, kepada investor disajikan pembukuan yang menunjukkan keuntungan.

Securities Exchange Commission (SEC) juga pernah menginvestigasi Madoff di tahun 2005 dan 2007 tapi nggak mendapatkan temuan apa-apa.

Now that’s the irony

Madoff ini tadinya orang hebat dan terkenal di dunia investasi loh. Dia pernah menjadi wakil ketua dan anggota direksi National Association of Securities Dealers, pernah juga menjadi jajaran direksi dan komite eksekutif di bursa saham Nasdaq. Joseph Saluzzi, seorang direksi perusahaan investasi Themis Trading LLC di Chatham, New Jersey, mengatakan bahwa Madoff ini adalah “a well-respected guy in the industry.”

5 Comments

Filed under Fraud and Corruption

Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia (9 Desember 2008)


“Pada peringatan hari anti korupsi, kita berkomitmen bahwa walaupun langit besok akan runtuh, dunia tempat berpijak akan terbelah berkeping-keping, namun hukum harus tetap tegak”

(Jaksa Agung Hendarman Supandji)

Persatuan Bangsa-Bangsa melalui resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003 menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi se-dunia. Langkah tersebut dilakukan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan atas bahaya korupsi dan untuk meningkatkan peran United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) dalam upaya memerangi dan mencegah korupsi.

Beberapa pesan dari Jaksa Agung Hendarman Supandji pada peringatan hari anti korupsi sedunia (diperingati di silang Monas, Jakarta) :

  • Berdasarkan data Bank Dunia, setiap tahunnya tercatat sebesar 1 triliun dolar AS digunakan sebagai uang suap dan sebesar 80 miliar dolar AS menjadi kerugian akibat korupsi.
  • Indonesia sebagai negara hukum telah menempatkan diri pada posisi terdepan dalam pemberantasan korupsi. Pada 9 Desember 2004 pemerintah telah memerintahkan kepada seluruh jajaran kabinet Indonesia Bersatu untuk percepatan pemberantasan korupsi dengan Inpres nomor 5 tahun 2004.
  • Pada 2005 dibentuk tim koordinasi pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai tindak lanjut instruksi Presiden. Dalam periode pelaksanaan tugasnya dari tahun 2005 sampai 2007 telah berhasil menyelesaikan 280 kasus/perkara dengan nilai keuangan atau aset negara yang diselamatkan/diamankan sejumlah Rp3,95 triliun.
  • Pemberantasan korupsi dilakukan dengan tiga cara yaitu edukatif, preventif dan represif.
  • Jaksa Agung mengajak supaya peringatan hari anti korupsi se-dunia dijadikan momentum untuk meningkatkan semangat aparatur negara, aparatur pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan sikap anti korupsi.

Selamat hari anti korupsi sedunia… semoga korupsi lekas enyah dari bumi Indonesia !!!

Leave a comment

Filed under Fraud and Corruption

Mayoritas Fraud dan Korupsi Terbongkar dengan Cara Ini


Berdasarkan survei ACFE Report to the nation 2008, sebagian besar kasus fraud atau korupsi terbongkar berawal dari tip atau informasi yang diberikan secara sembunyi-sembunyi. >>> bukan uang tip loh ya he2x…

Selengkapnya mengenai urutan sumber informasi untuk membongkar fraud dan korupsi:

  1. Tip (artinya informasi yang diberikan secara sembunyi-sembunyi)
  2. Nggak sengaja ketahuan
  3. Internal audit
  4. Internal kontrol
  5. Eksternal audit
  6. DIkasih tau sama polisi

initial-detection-of-occupational-frauds1

Terkait dengan tip, Sarbanes Oxley Act (SOX, SOA, atau SarbOx) Section 301 mengharuskan Komite Audit:

  1. Membuat prosedur untuk menerima, menyimpan, dan menindaklanjuti komplain atau pengaduan yang disampaikan terkait dengan masalah-masalah akuntansi dan audit dalam perusahaan.
  2. Membuat mekanisme penyampaian komplain atau pengaduan (mengenai permasalahan akuntansi, audit, dll.) secara anonim dan terjaga kerahasiaannya.

Terus bagaimana caranya membuat sistem untuk mengelola tip ini? Metode terbaik (best practice)-nya adalah dengan menggunakan saluran hotline atau whistleblower system.

Istilah whistleblower (peniup peluit) ini sendiri merupakan sebutan untuk pihak-pihak yang memberikan tip atau informasi secara rahasia mengenai fraud dan korupsi.

Beberapa saran untuk membuat hotline atau whistleblower system yang efektif menurut AICPA:

  1. Idealnya dilakukan oleh pihak independen di luar perusahaan. Tujuannya untuk meningkatkan persepsi mengenai kerahasiaan dan anonimitas pelaporan (karena seorang whistleblower rentan terhadap pembalasan atau retaliation dari pihak-pihak yang dilaporkan).
  2. Komplain dan keluhan yang disampaikan melalui telepon sebaiknya dijawab oleh staf yang menguasai teknik wawancara, bukan hanya dengan menggunakan penjawab otomatis (voice mailbox).
  3. Sistem hotline atau whistleblower system harus aktif secara terus-menerus (selama 24 jam, 365 hari dalam setahun). Tujuannya supaya orang dapat melapor kapanpun saat dia punya kesempatan (fyi… banyak laporan yang diberikan di luar jam kerja karena takut diketahui orang lain atau pelaku fraud/korupsi tersebut).
  4. Menerapkan beragam media pelaporan hotline atau whistleblower system, seperti telepon, website/situs internet, alamat email, fax, dan surat pos. Ini supaya pelapor fraud dan korupsi bisa melapor dengan cara yang dianggapnya paling nyaman dan menjamin kerahasiaan identitasnya.
  5. Memfasilitasi training, publikasi dan edukasi mengenai hotline atau whistleblower system untuk meningkatkan jumlah potensial pelapor whistleblower.
  6. Dilakukan evaluasi terhadap desain dan efektivitas hotline atau whistleblower system secara berkala.
  7. Terdapat laporan secara sistematis mengenai penanganan setiap kasus yang dilaporkan ke hotline atau whistleblower system, mulai dari pelaporan, tindak lanjut, dan hasil investigasi fraud dan korupsi yang dilakukan.
  8. Jika memungkinkan, hotline atau whistleblower system sebaiknya juga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan seperti pemasok (supplier), konsumen, dll. Tujuannya untuk memperbanyak potensi laporan fraud dan korupsi yang masuk, sekaligus mendorong hubungan bisnis yang bersih dari fraud dan korupsi dengan pihak-pihak di luar perusahaan. Berikut grafik dari ACFE Report to The Nation 2008 mengenai asal whistleblower (bisa dari internal dan eksternal perusahaan).

source-of-tip

(artikel lengkap mengenai tools AICPA untuk membuat hotline atau whistleblower system yang efektif bisa didownload di sini)

2 Comments

Filed under Fraud and Corruption

Lomba Poster dan PSA Anti Korupsi 2008


Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember 2008 sekaligus hari jadi Transparency International Indonesia yang ke-8, maka TI Indonesia akan mengadakan kegiatan lomba poster dan iklan layanan masyarakat (PSA).

1. Lomba Poster

Tema poster ‘Generasi Muda Generasi Anti Korupsi’
Persyaratan Peserta:

  1. Pelajar, Mahasiswa, atau Umum dengan batas usia 15-25 tahun (dibuktikan dengan melampirkan fotokopi Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP/SIM)
  2. Dapat dikerjakan individu/kelompok

Syarat Pembuatan Poster:

  1. Poster dibuat sesuai topik, merupakan karya asli yang dapat dipertanggung- jawabkan, belum pernah dilombakan dan dipublikasikan
  2. Melampirkan surat pernyataan orisinalitas di atas materai Rp 6000
  3. Nilai orisinalitas termasuk materi atas gambar yang didesain.
  4. Peserta hanya mengirimkan 1 poster (hardcopy & softcopy CD)
  5. Ukuran poster A3
  6. Format poster softcopy adalah jpeg/psd

Kriteria Penilaian:

  1. Kesesuaian gambar dengan tema yang dipilih
  2. Kejelasan pesan yang disampaikan
  3. Kreatifitas

2. Lomba PSA (Public Service Announcement)/Iklan Layanan Masyarakat

Tema Lomba : “Bersama Melawan Korupsi”
Persyaratan Peserta:

  1. Pelajar, Mahasiswa, atau Umum dengan batas usia 15-25 tahun (dibuktikan dengan melampirkan fotokopi Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP/SIM)
  2. Dapat dikerjakan individu/kelompok

Syarat Pembuatan PSA

  1. Karya dibuat sesuai topik, merupakan karya asli yang dapat dipertanggung- jawabkan, belum pernah dilombakan dan dipublikasikan
  2. Melampirkan surat pernyataan orisinalitas di atas materai Rp.6000
  3. Durasi tidak lebih dari 3 menit
  4. Alat rekam tidak harus profesional (boleh menggunakan handycam,handphone, dll)
  5. Format PSA adalah mpeg,mp3,mp4,avi
  6. Karya yang dikirim harus disertakan ide cerita/narasi/maksud dari PSA tersebut
  7. Karya PSA direkam dalam CD, dan dikirimkan ke alamat panitia lomba
  8. Hasil karya disertai judul

Kriteria Penilaian:

  1. Kesesuaian pesan/cerita dengan tema yang dipilih
  2. Kejelasan pesan yang disampaikan
  3. Kreatifitas

Hadiah Lomba Poster

Juara 1 mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah)*
Juara 2 mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah)*

Hadiah Lomba PSA

Juara 1 mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah)*
Juara 2 mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah)*

* pemenang 1 dan 2 (poster dan PSA) mendapatkan fasilitas transportasi dan akomodasi penginapan 1 malam (khusus pemenang di luar Jabodetabek) untuk menghadiri penerimaan hadiah saat acara HUT Transparency International Indonesia, 18 Desember 2008 di Jakarta. (untuk 1 orang pemenang/perwakilan)

(karya pemenang 1 dan 2 Lomba Poster dan PSA akan digunakan dalam kegiatan-kegiatan anti korupsi Transparency International Indonesia)

KARYA LOMBA POSTER DAN PSA DIKIRIM PALING LAMBAT TANGGAL 10 DESEMBER 2008 PUKUL 14.00 WIB

  • Seluruh karya Poster dan PSA yang masuk TIDAK AKAN DIKEMBALIKAN dan akan menjadi HAK MILIK Transparency International Indonesia
  • Keputusan juri adalah tetap dan tidak dapat diganggu gugat
  • Lomba ini tidak berlaku bagi staf Transparency International Indonesia, aktivis NGO, dan pegawai pemerintah
  • Pemenang lomba akan diumumkan di website http://www.ti.or.id pada 15 Desember 2008

KARYA DIKIRIM KE ALAMAT PANITIA LOMBA:
TRANSPARENCY INTERNATIONAL INDONESIA
JL.SENAYAN BAWAH NO.17, BLOK S, RAWABARAT
JAKARTA 12180, INDONESIA

Informasi lebih lanjut hubungi :
Panitia lomba:
TI-Indonesia 021-7208515
Ica (081316610697)
Reza (08111105857)
Atau klik website www.ti.or.id

Leave a comment

Filed under Fraud and Corruption

Komputer Forensik untuk Membongkar Fraud dan Korupsi


Sebelumnya dah ditulis dikit di sini. Lebih jauh mengenai komputer forensik (inggrisnya biasa disebut computer forensics atau digital forensics) yuk kita bahas di sini.

Komputer forensik terkait dengan mencari bukti legal dalam komputer dan media penyimpanan elektronik.

Penggunaan komputer forensik misalnya untuk:

  1. Mencari bukti fraud atau korupsi yang dilakukan oleh karyawan
  2. Melakukan analisa atas sistem komputer yang disusupi hacker. Bagaimana cara hacker tersebut mendapatkan akses dan apa yang dilakukannya.
  3. Melakukan recovery data yang hilang baik disengaja maupun tidak, bahkan setelah hard disk di-format atau digunakan orang lain.

Menurut John Patzakis (Guidance Software) di sini, begitu canggihnya teknologi komputer forensik, sampe bisa me-recover semua e-mail dalam sebuah komputer, sepanjang hard drive-nya nggak bener2 diketok sampe hancur dan kemudian dibakar (wow..!) >>> btw ini bukan tips ngilangin jejak buat fraudsters loh ya! :)

Berikut tahapan prosedur komputer forensik:

  1. Persiapan (preparation)
  2. Pengambilan data (collection)
  3. Pemeriksaan (examination)
  4. Analisa (analysis)
  5. Pelaporan (reporting)

Untuk dapat diajukan sebagai bukti elektronik di pengadilan, hasil komputer forensik harus:

  1. memenuhi standar tertentu yaitu (1) admissible (2) authentic (3) complete (4) believable (5) reliable
  2. tools komputer forensik harus dapat divalidasi metodologinya. siapa tau ngakunya doang padahal cuma abal-abal :)
  3. media penyimpanan elektronik yang diperiksa harus jelas ‘chain of custody’-nya sejak mulai pengambilan awal sampai akhirnya diajukan ke pengadilan
  4. pada umumnya pemeriksaan media penyimpanan elektronik harus dilakukan atas izin pemiliknya (dengan menandatangani surat persetujuan atau ‘letter of consent’), kecuali yang dilakukan oleh otoritas hukum (di indo kayak kejaksaan, polisi, KPK)

Dalam proses komputer forensik, pengambilan data dikenal dengan istilah ‘forensic computer imaging’ dimana hard drive suspect dibuat copy-nya secara persis sama (termasuk juga data yang sudah dihapus dan area-area teknis hard drive yang tidak terbaca di sistem operasi).

Proses ‘imaging’ dilakukan dengan menggunakan tools hardware atau software computer forensics. Dengan menggunakan tools tersebut, selama proses ‘imaging’ dilakukan, media penyimpanan elektronik menjadi ‘write blocked’ sehingga data awal tidak mengalami perubahan sama sekali.

computer-forensics

Bagaimana memastikan proses ‘imaging’ berhasil? Untuk mengetahuinya digunakan algoritma hash yang akan membandingkan apakah data awal sama persis dengan kopiannya. Hash value ini penting didokumentasikan kalo bukti elektronik-nya mau dipakai di pengadilan.

Mo tau apa saja contoh kasus komputer forensik? Misalnya artikel ini, yang menceritakan Eric Hanson yang ditangkap karena pembunuhan dengan data GPS (Global Positioning System) sebagai barang bukti. Atau juga si Dennis Rader, ‘serial killer’ yang membunuh 10 orang, tertangkap gara-gara metadata di sebuah floppy disk. Kalo di tempat kerjaku, misalnya pernah nemuin file pre-formatted invoice di sebuah komputer suspect yang digunakan untuk membuat invoice palsu.

Jadi gimana, tertarik sama ilmu komputer forensik? :)

10 Comments

Filed under Fraud and Corruption

Mencegah Fraud atau Korupsi dalam Laporan Keuangan


financial-statementMenurut Dr. Donald R. Cressey yang terkenal dengan teori ‘fraud triangle‘, seseorang melakukan fraud (kecurangan) karena:

  1. mengalami tekanan secara sosial atau finansial
  2. adanya kesempatan untuk melakukan fraud tanpa takut ketahuan
  3. adanya rasionalisasi atau justifikasi untuk melakukan fraud

Menurut ACFE, pencegahan fraud dalam laporan keuangan sebaiknya difokuskan fokus pada:

Mengurangi tekanan situasional yang dapat mengarah ke terjadinya fraud

  • Tidak membuat target keuangan yang sangat sulit tercapai
  • Membuat kebijakan dan prosedur akuntansi yang jelas tanpa adanya klausul pengecualian
  • Menghilangkan kendala operasional yang berdampak pada efektivitas kinerja keuangan, seperti batasan working capital, volume produksi yang berlebihan, atau kendala-kendala inventori

Mengurangi timbulnya kesempatan untuk melakukan fraud

  • Melakukan pencatatan akuntansi secara akurat dan lengkap
  • Melakukan pengawasan atas transaksi bisnis dan hubungan interpersonal antara supplier, konsumen, karyawan bagian pembelian, bagian penjualan, dan bagian keuangan
  • Membuat sistem keamanan fisik untuk menjaga aset-aset perusahaan
  • Memisahkan fungsi (segregation of duties) agar kontrol atas suatu transaksi tidak terpusat pada satu orang
  • Menjaga data karyawan masuk-keluar dengan akurat, termasuk melakukan background checks terhadap karyawan baru
  • Memperkuat fungsi pengawasan untuk memastikan prosedur akuntansi dilaksanakan dengan tepat

Memperkuat integritas karyawan

  • Manajemen harus menunjukkan keteladanan dalam kejujuran
  • Kebijakan perusahaan harus memisahkan secara jelas apa saja yang dianggap perilaku yang benar atau jujur, dan mana yang tidak
  • Perusahaan harus mempunyai kebijakan akuntansi yang jelas untuk isu-isu pencatatan akuntansi yang masih kontroversial
  • Perusahaan harus mempunyai dan mengkomunikasikan dengan baik mengenai kebijakan tertulis mengenai konsekuensi atas setiap pelanggaran fraud atau korupsi yang terjadi

Diambil dari sini.

1 Comment

Filed under Fraud and Corruption

Metode Pencegahan Fraud (Kecurangan)


fraud-751211

1. Akuntansi Forensik

Akuntansi forensik artinya menggunakan keahlian akuntansi profesional terkait dengan proses pengadilan. Keahlian tersebut di antaranya penguasaan standar akuntansi dan audit, perhitungan keuntungan atau kerugian, penilaian aset, evaluasi pengendalian internal (internal controls), investigasi fraud (kecurangan), dan lain-lain.

Kata forensik sendiri dalam ‘Black’s Law Dictionary’ artinya ‘digunakan dalam pengadilan hukum atau debat publik’.

Akuntansi forensik tidak selalu sama konteksnya dengan pemeriksaan fraud. Ada kasus-kasus hukum yang melibatkan akuntansi forensik tapi tidak terkait dengan fraud, misalnya penilaian aset dalam sengketa yang dibawa ke pengadilan.

2. Komputer Forensik

Komputer forensik adalah metode pengambilan, penjagaan, dan pencarian bukti elektronik dalam suatu investigasi.

Metode komputer forensik semakin banyak digunakan seiring dengan berkembangnya jenis peralatan digital dalam kehidupan sehari-hari (komputer, PDA, handphone (HP), MP3 player, USB flash disk, cd, dvd, dll). Data elektronik dalam peralatan digital tersebut harus ditangani secara khusus karena karakteristiknya yang sensitif. Penanganan yang tidak tepat dapat mengakibatkan data menjadi rusak dan tidak terbaca.

3. Pengendalian internal (internal control)

Internal control adalah suatu sistem yang diterapkan oleh manajemen yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, dipatuhinya kebijakan (policy) perusahaan, melindungi aset perusahaan, dan mencegah terjadinya fraud dan korupsi.

diambil dari sini

1 Comment

Filed under Fraud and Corruption

Contoh Kasus Korupsi dan Fraud : Penjualan dan Persediaan


Seorang direktur penjualan dari sebuah perusahaan produk elektronik tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya ketika ditanyakan mengenai adanya keanehan dalam data-data penjualan.

Setelah dilakukan investigasi, ternyata mantan direktur tersebut terlibat dalam proses penjualan yang ternyata palsu. Modus pola fraud dilakukan dengan:

  1. Kuitansi penjualan atas nama pembeli tertentu dibuat
  2. Tagihan palsu dikeluarkan
  3. Barang persediaan dikeluarkan dari gudang penyimpanan seolah-olah akan dikirimkan ke pembeli (barang tersebut kemudian dijual sendiri oleh direktur keuangan dan uangnya masuk ke kantong pribadi)

Penjualan dicatat dalam sistem akuntansi dan beberapa waktu kemudian dihapuskan sebagai ‘non-inventory return credits’ atau retur penjualan non-persediaan.

Diambil dari sini. Sesuai dengan prinsip kerahasiaan klien, nama dan tempat sengaja dirahasiakan.

8 Comments

Filed under Fraud and Corruption