Seorang direktur penjualan dari sebuah perusahaan produk elektronik tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya ketika ditanyakan mengenai adanya keanehan dalam data-data penjualan.
Setelah dilakukan investigasi, ternyata mantan direktur tersebut terlibat dalam proses penjualan yang ternyata palsu. Modus pola fraud dilakukan dengan:
- Kuitansi penjualan atas nama pembeli tertentu dibuat
- Tagihan palsu dikeluarkan
- Barang persediaan dikeluarkan dari gudang penyimpanan seolah-olah akan dikirimkan ke pembeli (barang tersebut kemudian dijual sendiri oleh direktur keuangan dan uangnya masuk ke kantong pribadi)
Penjualan dicatat dalam sistem akuntansi dan beberapa waktu kemudian dihapuskan sebagai ‘non-inventory return credits’ atau retur penjualan non-persediaan.
Diambil dari sini. Sesuai dengan prinsip kerahasiaan klien, nama dan tempat sengaja dirahasiakan.


















28 November 2008 at 8:01
Blog yang sarat makna dan bermanfaat untuk pemberantasan korupsi di negeri ini. Btw, salam kenal, mas. saya baru saja menambahkan link blog ini di blog saya (iskandarjet.kompasiana.com). See ya….
—————————————————————————————————
salam kenal juga mas, saya lihat blognya banyak postingan menarik tentang korupsi yach…
19 February 2009 at 9:49
[...] Profesi Internal AuditSkandal Satyam mengguncang duniaContoh Kasus Korupsi dan Fraud : Purchasing Contoh Kasus Korupsi dan Fraud : Penjualan dan PersediaanContoh Soal Ujian CISA (1)CISA, Gelar IT Auditor Bernilai Jual Tinggi8 Sektor yang Rawan [...]