Teknik Interview Kasus Korupsi dan Fraud : Membangun ‘Rapport’


Pada dasarnya seseorang (kita sebut ‘subject’) akan berkata jujur pada orang lain yang mereka percayai dan merasa nyaman untuk berbicara.

Karena itu, sebaiknya seorang investigator (atau ‘interviewer’) membangun ‘rapport’ terlebih dahulu dengan subject dalam sebuah interview. Rapport tu artinya kurang lebih adanya hubungan atau keterkaitan antara 2 orang ato lebih.

Beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa rapport telah terbangun misalnya tangan subject tidak bersedekap, posisi subject mendekat ke arah interviewer, posisi duduk subject yang nyaman, subject merespons dengan anggukan kepala dalam menerima pertanyaan, dan jawaban subject yang cenderung lebih panjang dan detail.

Menyebutkan Tujuan Interview

“Karena dalam kasus ini diduga ada korupsi atau fraud yang telah terjadi, kami mau bertanya apakah Anda terlibat di dalamnya.”

Ini bukan contoh kalimat pembuka yang baik, karena akan membuat tersinggung subject yang sebenarnya tidak berbuat kesalahan. Di lain pihak, bagi subject yang sebenarnya berbuat kesalahan, pertanyaan semacam ini akan membuat mereka lebih berhati-hati atas jawabannya atau berkata tidak jujur.

Kalimat pembuka yang baik biasanya (1) tidak menyebut secara langsung adanya kecurigaan terhadap subject, (2) menyebutkan bahwa interview dilakukan untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi, (3) bahwa interview dilakukan atas permintaan pihak selain interviewer. Contohnya seperti ini:

“Kami membantu perusahaan Bapak/Ibu untuk mengklarifikasi apa sebenarnya masalah yang terjadi dalam transaksi ini. Karena itu kami akan melakukan interview dengan beberapa orang yang mungkin mengetahui transaksi ini, termasuk Bapak/Ibu.”

Hal yang penting juga, sebaiknya subject ditanyakan apakah merasa nyaman untuk melakukan interview pada saat itu. Tujuannya (1) subject yang menolak tanpa alasan yang jelas sebaiknya diperiksa lebih lanjut (2) membangun rapport dimana subject lebih merasa nyaman dengan memiliki kebebasan dalam memilih waktu interview.

Mengawali Interview

Dalam interview sebaiknya ditanyakan pertanyaan pembuka dengan tujuan (1) agar subject terbiasa dengan format tanya/jawab yang akan dilakukan, (2) subject dapat memberikan penilaian atas sikap interviewer.

Biasanya subject akan merasa paling nyaman ketika berbicara dengan interviewer yang orangnya menyenangkan, sistematis dan tidak menunjukkan sikap ancaman (non-threatening).

Pertanyaan pembuka yang diajukan harus yang relevan dengan tujuan interview, misalnya tentang data pribadi.

“Bapak bekerja di mana sekarang?”
“Apa saja tugas Bapak di kantor?”
“Bapak tinggal di mana?”
“Sudah mempunyai istri/anak?”

Pertanyaan2 dasar itu bisa lebih dikembangkan lagi dan dilakukan 1-2 menit sampai subject merasa nyaman untuk diwawancarai.

Satu hal yang penting, sebaiknya dihindari mengajukan pertanyaan2 yang kurang relevan sebagai pembuka interview, seperti:

“Bapak suka lihat film apa?”
“Apa Bapak hobi nonton Liga Inggris?”

Dengan mengajukan pertanyaan yang kurang relevan, bisa jadi (1) subject merasa curiga karena terkesan interviewer memaksakan adanya rapport, (2) membingungkan subject dari tujuan interview.

About these ads

2 Comments

Filed under Fraud and Corruption

2 responses to “Teknik Interview Kasus Korupsi dan Fraud : Membangun ‘Rapport’

  1. agree… buat mereka merasa nyaman dulu. setelah itu baru kita lihat change in their behavior.

    • wah2… kayaknya mbak alfri banyak experience nih dlm interview, secara juga auditor yach :)

      saya sudah mampir ke blog-nya, menarik sekali. boleh donk di-sharing ilmunya di sini…

      trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s