Contoh Kasus Korupsi dan Fraud : Purchasing
Dalam satu kasus, seorang Direktur Keuangan di sebuah perusahaan mengajukan pengunduran diri secara mendadak, karena alasan pribadi.
Karena curiga, perusahaan kemudian melakukan pemeriksaan (review) adakah hal-hal yang dilakukan mantan direktur tersebut yang merugikan perusahaan.
Dengan menggunakan program deteksi fraud otomatis (automated fraud detection program) diketahui bahwa data-data supplier (supplier master files) mengalami perubahan.
Terdapat beberapa nomor rekening (bank account) supplier yang diubah menjadi satu nomor rekening baru yang sama. Ditemukan juga beberapa transaksi yang sudah dilakukan pembayarannya ke nomor rekening baru tersebut.
Setelah dilakukan prosedur investigasi, ternyata ditemukan bahwa nomor rekening baru itu milik direktur keuangan yang baru saja mengundurkan diri.
Diambil dari sini. Sesuai dengan prinsip kerahasiaan klien, nama dan tempat sengaja dirahasiakan.
Posted on 25 September 2008, in Fraud and Corruption and tagged anti korupsi, audit, auditor, caat, corruption, data mining, forensic, forensik, fraud, Fraud and Corruption, korupsi, penyuapan, suap. Bookmark the permalink. 8 Comments.
















contohnya ada yg lebih bagus dari yg ini
banyak contoh kasus-kasus fraud yang bisa didapatkan di internet
di antaranya dari website http://www.acfe.com
contoh kasus korupsi?
terimah kasih.
dengan adanya contoh kasus kasus fraud saya dapt menyelelesaikan tugas” saya..
apakah ini termasuk contoh kasus korupsi??
adakah contoh yang lainnya? beserta foto-fotonya??
thx.
menarik ni artikelnya,sedang cari info tentang korupsi ni
nie cerita macam taekkk !!
Pingback: Belajar Mendeteksi Fraud dalam 10 Menit « Fraud dan Korupsi: Sebuah Catatan untuk Negeri